Rabu, 10 Juli 2013

SINOPSIS FULL HOUSE EPISODE 3 Part 2


SINOPSIS
FULL HOUSE
EPISODE 3
Part 2

Episode 3
Hadiah Berdamai,Sushi
Tempat fitness.
Young Jae akan pergi tapi dia melihat Min Hyuk sedang bermain tenis seorang diri. Min Hyuk terlihat kelelahan dan menoleh..memandang Young Jae.
Mereka istirahat dan mengobrol.
Min Hyuk bertanya,”Bagaimana rasanya menikah duluan?Kenapa kau terlalu cepat menyerah.
Young Jae tak mengerti,”Maksudmu?
Min Hyuk berkata,”Kau harusnya pikirkan baik-baik sebelum memutuskan ini semua.Kau tahu bagaimana sifatnya Hae Won, kan?
Young Jae menjawab kesal,”Jangan bicarakan dia lagi.Memangnya kau tahu apa?
Min Hyuk berkata,”Aku lebih tahu dia daripada kau.Katanya kau pintar, Young Jae?Kuharap kau bisa mengatasi semua ini sebelum terlambat.Kuharap ini juga baik untukmu.
Young Jae menjawab kesal,”Terima kasih atas nasehatnya, dan tak usah ikut campur urusanku.
Young Jae mengambil jaketnya dan pergi dari sana. Young Jae terlihat sangat kesal.
Min Hyuk berteriak,”Selamat atas pernikahanmu.
Di kontrakan Hee Jin dan Dong Wook.
Hee Jin sedang menjahit pakai tangan.
Dong Wook pulang dengan berteriak sambil membawa koran,”Sayang, lihat ini.
Hee Jin bertanya,”Apa, ada apa?
Dong Wook menjawab,”Lihat ini.Lihatlah.
Hee Jin bertanya,”Memang ada berita apa?
Dong Wook menjawab,”Disini mereka bilang Han Ji Eun akan segera menikah.Akhirnya kita bebas.Kita selamat.Kita bebas.
Hee Jin kaget membaca berita di koran itu.
Di rumah Full House
Ji Eun membuka pintu,”Siapa?
Dong Wook dan He Jin menyerahkan buket bunga dan berkata bersamaan,”Han Ji heun, selamat atas pernikahanmu!
Dong Wook berkata,”Terimalah ini.
Hee Jin menambahkan,”Itu hadiah dari kami.
Ji Eun kaget.
Dong Wook bertanya,”Hei, boleh kami masuk?
Hee Jin menjawab,”Benarkah?
Dong Wook dan Hee Jin nyolong masuk ke dalam rumah.
Ji Eun kesal dan mengikuti mereka masik.
Dong Wook kagum,”Wah! Rumah ini sudah banyak berubah.
Hee Jin menambahkan,”Kelihatan lebih bagus.Lihat ini.
Dong Wook berkata,”Soal masalah kemarin itu,aku minta maaf karena tak memberitahumu.
Hee Jin menambahkan,”Sebenarnya kami juga mau menemuimu.Apa benar soal berita yang ada dikoran itu?Selamat ya.
Dong Wook menambahkan,”Benar!Apa Lee Young-jae ada disini sekarang?
Ji Eun tak kuasa menahan amarahnya…dan berteriak,” Mati kau! Penjahat…pergi mati kau..sial!
Ji Eun lalu menyerang Dong Wook membabi buta dengan buket bunga pemberian mereka berdua….Hee Jin menghalanginya.
Dong Wook memohon,”jangan pukul lagi!
Ji Eun memukul,”jahat kau!katakanlah!
Hee Jin berkata,”kita teman baik! Mana boleh kamu begini? Sayang!
Ji Eun berkata,”pergi! Jahat kau!
Dong Wook menjawab,”sudah cukup! sudah cukup!
Hee Jin berkata,”sudah cukup!
Setelah beberapa saat kemudian…Ji Eun berhenti setelah Dong Wook melihat Hee Jin ada didampingnya terkena pukulan JI Eun.
Hee Jin melihat tangan Dong Wook luka,”Sayang, Kau tak apa-apa?Ada yang luka?
Hee Jin marah pada Ji Eun.
Ji Eun tak percaya melihatnya.
Hee Jin dan Dong Wook duduk di sofa..saling mengkhawatirkan satu sama lain..sedangkan Ji Eun berdiri dengan marah sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya…bunga mawar merah berserakan di lantai.
Hee Jin bertanya,”Sayang, kau tak apa-apa kan?
Dong Wook balik tanya,”Kau sendiri?Bayi kita tak apa-apa, kan?
Hee Jin menjawab,”Ya, baik-baik saja.
Ji Eun bertanya,”Mana sisanya?
Hee Jin dan Dong Wook terdiam.
Hee Jin bertanya,”Apa?Sisa apa?
Ji Eun menjawab,”Uang hasil penjualan rumah,dan uang tabunganku.Kau juga buat kartu kredit atas namaku, kan?
Hee Jin terdiam dan pura-pura tak dengar.
Ji Eun melanjutkan,”Masih ada sisanya, kan?Mana sisanya?
Dong Wook menjawab,”Maafkan aku, Ji-eun.Hanya maaf yang bisa kukatakan padamu.
Ji Eun tak percaya,”Apa?
Dong Wook menjawab,”Semua ini karena sahamku yang gagal.Jadi aku pinjam uang pada rentenir.
Ji Eun bertanyaKau kerja di bank, tapi kau pinjam uang
pada rentenir?
Dong Wook menjawab,”Mereka akan membunuhku kalau aku tak membayarnya.Mereka juga mau menjual Hee Jin.Bayi kami semakin hari juga semakin besar.Dan suatu saat nanti aku juga akan mati.
Ji Eun kesal,”Mati saja kau sekarang.
Ji Eun mengambil buket bunga tadi dan mau memukul Dong Wook lagi.
Hee Jin menghalau,”Maaf, maaf.
Dong Wook berkata,”Maafkan aku, Ji-eun.
Ji Eun frustasi,”Kalian kan sudah tahu, hanya rumah ini yang kupunya.Kenapa kalian masih tega melakukannya?
Dong Wook menjawab,”Kau menikah dengan Lee Young-jae itu juga berkat kami, kan.Seperti kata pepatah, “dibalik gelap terbitlah terang”.
Ji Eun tak  percaya,”Apa?
Hee Jin menjawab,”Berkah.
Dong Wook menambahkan sambil tertawa,”Bagaimanapun juga, selamat atas pernikahanmu.
Hee Jin berkata sambil tertawa,”Selamat!
Ji Eun berteriak frustasi…lalu duduk merajuk di lantai kaya anak kecil yang tidak dibelikan mainan oleh orang tuanya.
Dong Wook berkata,”Ayolah, jangan begitu.Kau membuat kami semakin merasa bersalah.
Hee Jin menambahkan,”Sebentar lagi kau juga akan menikah dengan orang kaya?
Ji Eun tak percaya,”Apa?
Dong Wook menjawab,”Young-jae,Dia orang kaya, kan.Juga anak seorang Dokter sekaligus pemilik rumah sakit.
Ji Eun tak percaya.
Di rumah sakit.
Ayah Young Jae berkata,”Lukamu sudah hampir sembuh.Kau harus makan dengan baik, lalu kau boleh pulang.
Pasien menjawab,”Terima kasih, Dokter.
Ayah Young Jae berkata,”Sama-sama!
Pasien menambahkan,”Kudengar anakmu akan menikah?Lee Young-jae itu anakmu, kan?Beritanya juga sudah ramai di TV.Dia tinggi dan tampan.Tapi kenapa Anda pendek sekali.Bagaimana bisa ya?
Perawat wanita yang menemaninya tertawa geli, sedangkan perawat prianya menyikutnya. Ayah Young Jae lalu menoleh menatap perawat wanita itu.
Ayah Young Jae menjawab,”Dia memang lebih mirip Ibunya.
Ayah Young Jae pergi dengan kesal.
Sedangkan perawat wanita tadi dimarahi oleh perawat pria disampingnya.
Di ruangan Ayah Young Jae.
Ayah Young Jae membaca koran itu dan terlihat marah sekali.
Siang itu Ji Eun sibuk membersihkan rumahnya yang terlihat berantakan. Setiap kali sudah selesai…Ji Eun mencoret daftar pekerjaannya yang ditempel di pintu kulkas. Ji Eun ingat dan terlihat kesal sekali…meremas-remas daftar itu dan membuangnya ke lantai.
Lalu..”Ting Tong” suara bel berbunyi.
Ji Eun berteriak,”siapa?
Ji Eun membuka pintu dan ada seorang pria yang membungkuk, memberi hormat padanya.
Ji Eun kaget.
Young Jae pulang ke rumah dan kaget melihat isi rumah yang kacau.
Young Jae berteriak,”hey, Han Ji Eun!
Young Jae ke lantai atas ke kamar Ji Eun,”Berantakan sekali.
Young Jae akan pergi…tapi tidak jadi. Young Jae melihat beberapa figura milik JI Eun…ada foto Ji Eun bersama Hee Jin dan Dong Wook saat sekolah dan foto Ji Eun kecil bersama kedua orang tuanya..
Ji Eun di dalam mobil...lalu ada telp masuk.
Ji Eun mengangkatnya,”Halo?Kenapa teriak segala?Kerjakan saja sendiri.Kau tahu sekarang ini,aku sedang dibawa seseorang.Aku tak tahu. Mereka bilang mau membawaku ke Ilsan.
Young Jae yang berada di rumah bertanya,”Ilsan?Mau apa kesana?Apa?Itu rumah keluargaku.
Mobil JI Eun sudah sampai di rumah orang tua Young Jae.
Pengawal buru-buru turun dan membukakan pintu mobil untuk JI Eun.
Ji Eun turun dengan canggung.
Pengawal membunyikan bel,”Ting Tong”
Pengawal berkata,”Dia sudah datang, Nyonya.
Pintu pagar terbuka..JI Eun kaget.
Di dalam rumah, Ibu Young Jae sudah menunggunya. Ji Eun langsung membungkukkan badannya.
Ibu berkata,”Masuklah.Terima kasih sudah mau datang.Aku Ibunya Young-Jae.
Ji Eun membungkukkan badan dan memperkenalkan diri,”Senang bertemu denganmu.Aku Han Ji-eun.
Ibu berkata,”Nenek sudah menunggumu, ayo!
Ibu duluan berjalan menuju kamar nenek.
Ji Eun merasa tidak enak dan nyaman dengan semua ini.
Ibu membawa Ji Eun menemui nenek. Ji Eun hampir saja membawa sandalnya masuk ke kamar nenek..dan buru-buru membungnya ke luar kamar nenek.
Nenek sendiri sedang membersihkan daun tanaman yang ada di atas meja.
Melihat kedatangan menantunya, Ji Eun..nenek buru-buru duduk ke tempatnya.
Ji Eun berdiri dan memperkenalkan diri,”halo! Senang bertemu denganmu.Aku Han Ji-eun.
Nenek kaget,”Begitu caramu bersikap dengan orang tua?
Ji Eun tak mengerti,”Maaf?
Ibu menjelaskan,”Kau harusnya berlutut.
Ji Eun mengerti,”Oh..maafkan saya!
Ji Eun lalu  berlutut sebatas yang dia bisa walaupun sedikit canggung..lalu berdiri.
Nenek tak percaya melihatnya.
Ibu menyuruh JI Eun duduk,”duduklah!
Nenek bertanya,”Apa harus aku yang berlutut padamu?
Ji Eun menjawab,”Maafkan saya!
Nenek bertanya,”Berapa umurmu?
Ji Eun menjawab,”23 tahun.
Nenek bertanya,”Lalu apa pekerjaan ibu ayah kamu?
Ji Eun menjawab,”Kedua orangtuaku sudah meninggal.
Nenek bertanya,”Pendidikan terakhirmu apa?
Ji Eun menjawab,”Hanya sampai SMA di SMA Young-ji .
Nenek bertanya,”Hanya itu saja?
Ji Eun menajwab,”Ya.
Nenek bertanya,”Kenapa kau tidak kuliah?
Ji Eun menjawa,”Nilaiku tak begitu bagus.
Nenek tak senang mendengar latar belakang Ji Eun.
Nenek bertanya,”Apa benar kau tinggal serumah dengan Young-jae?
Ji Eun menjawab,”Ya.

Nenek tambah kaget dan tengkuk lehernya menjadi sakit..juga kepalanya
Ibu mendekat,”ibu! Ibu! Kau tak apa-apa? Mau minum obat? Apa suruh ayah Young Jae pulang?
Nenek menjawab,”Tak usah.Tak perlu buat apa-apa lagi.
Suara Young Jae :Nenek!Nenek!
Young Jae tiba-tiba masuk.
Nenek terlihat senang,”Young-jae datang. Anak nakal! Kenapa sulit sekali bertemu denganmu?
Young Jae menjawab,”Sudah kubilang, nanti aku juga akan mengenalkannya.Kenapa kau memaksanya kesini?
Ji Eun hanya diam.
Nenek menjawab,”saya tidak memaksa!
Ibu marah,”Kenapa kau kasar begitu?Kau mau melihat orangtuamu kecewa lagi?
Young Jae cuek,”Han Ji-Eun, ayo pergi.
Ji Eun berkata,”aku..
Young Jae bertanya,”Kau tak mau?
Ji Eun tak enak hati,”Kalau begitu, nenek sampai bertemu lagi
Ji Eun membungkukkan badan..tapi Young Jae sudah menarik tangannya dan membawanya pergi.
Nenek kaget,”Kenapa pergi begitu saja. Makanlah dulu Young Jae!
Ibu memanggil,” Young Jae! Young Jae!
Nenek mau mengejarnya, tapi kakinya terkena bantal dan terjatuh. Siku tangannya terluka. Ibu buru-buru mendekati nenek.
Di luar rumah
Ji Eun berkata,”Lepaskan aku.Lepaskan.
Young Jae melepaskan pegangan tangannya pada tangan Ji Eun.
Young Jae dan JI Eun kaget saat bertemu ayah Young Jae.
Ayah diam.
Young Jae menundukkan kepala.”Halo, apa kabar?
Ji Eun mengerti dan membungkukkan badan,”Halo.
Ji Eun tersenyum lebar.
Young Jae buru-buru menarik tangan JI Eun menuju mobilnya.
Ji Eun masih membungkukkan badannya.
Ayah menutup pintu dengan keras.
Young Jae dan Ji Eun yang akan masuk ke dalam mobil kaget.
Young Jae lalu masuk ke mobil, begitu pula JI Eun dan pergi.
Beberapa saat kemudian..pintu pagar terbuka…muncullah ayah yang memandangi kepergian anaknya yang sudah lama tidak pulang.
Di dalam perjalanan.
Young Jae memanggil,”Han Ji Eun
Ji Eun menjawab,”ya!
Young Jae bertanya,”Nenek bilang apa saja?Apa dia memarahimu.
Ji Eun menjawab,”Tidak.
Young Jae berkata,”Jangan pedulikan kata-katanya.Dan jangan terlalu diambil hati.Mengerti?
Ji Eun diam.
Young Jae mengulang lagi,”Mengerti?
Ji Eun menjawab,”Nenek, Ayah dan Ibu.Kukira kau tak punya keluarga lagi.Hidupmu sempurna sekali.
Young Jae tak mengerti,”apa?
Ji Eun penasaran,”Kenapa hubungan kalian kaku sekali?Sekilas saja aku sudah tahu...
Young Jae kesal,”Diamlah.Jangan sok tahu.Kalau tak mau kuturunkan ditengah jalan,diamlah.
Ji Eun berkata,”Kau tak boleh begitu,atau kau akan menyesal nantinya.
Young Jae kesal,”Sudah kubilang diam.
Ji Eun berkata,”Kau juga perlu nasehat orang lain.
Young Jae marah,”Kenapa semua orang menasehatiku hari ini?
Ji Eun menjawab,”Itu pasti ada alasannya. Tadi kau juga sudah tidak sopan terhadap Nenek. Young Jae! Young Jae!Dan pria tadi itu pasti Ayahmu, kan.Tapi sikapmu malah begitu padanya?
Young Jae marah dan menghentikan mobilnya di sisi jalan yang lain.
Young Jae marah,”Keluarlah.Kau bisa bicara apa saja diluar sana.
Ji Eun kesal dan turun dari mobil dengan membawa tasnya.
Young Jae lalu pergi.
Ji Eun akan berjalan ke arah Young Jae pergi..tapi diurungkan dan balik arah.
Sebelum ke Sinopsis Full House episode 3 part 3, kita ke spoiler smile you dulu yuk! Soalnya mirip sama Jung-in yang ditinggalkan oleh Han Se saat akan berbulan madu, sayang kalau dilewatkan! Dilanjutkan dengan pertemuan antara Jung In dan Hyun Soo. Sedikit cuplikan-nya. Hehehe…

Kita ke Spoiler Smile, You dulu yuk!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar