Selasa, 30 Mei 2017

SINOPSIS MALEFICENT Part 12



SINOPSIS
MALEFICENT
Part 12

Putri aurora : Aku tahu kau ada di sana.Jangan takut.
Maleficent tertawa geli mendengarnya.
Maleficent :Aku tak takut.

Putri aurora : Kalau begitu keluarlah.
Maleficent :Kau akan takut.
Putri aurora : Tidak, tak akan.

Maleficent menunjukkan dirinya.

Putri aurora : Aku tahu siapa dirimu.
Maleficent :Benarkah ?
Putri aurora mengangguk.

Putri aurora : Kau Ibu Peri penjagaku.
Maleficent kaget dan terhenyak mendengarnya.
Maleficent :Apa ?
Putri aurora : Peri penjaga.

Putri aurora : Kau telah menjagaku seumur hidupku. Aku tahu kau selalu di dekatku.

Maleficent :Bagaimana bisa ?
Putri aurora : Bayanganmu. Selalu mengikutiku sejak aku kecil. Ke manapun aku pergi,
bayanganmu selalu bersamaku.

Tak berapa lama si gagak hitam datang.
Putri aurora : Aku ingat kau...,Burung pintar.

Maleficent :Ini Diaval.
Si gagak hitam memberi hormat pada putri aurora.

Kemudian Maleficent merubahnya menjadi Diaval, si manusia gagak yang membuat Putri aurora kaget.

Diaval : Halo, Aurora.
Putri aurora menunduk menjawab salamnya sambil tersenyum lebar.

Diaval :Aku sudah mengenalmu sejak kau masih kecil.
Diaval mencium punggung tangan putri aurora yang tersenyum bahagia.

Putri aurora : Ini seperti yang kubayangkan.Indah sekali !Aku selalu ingin datang...

Maleficent langsung menidurkan dan melayangkan tubuh putri aurora lalu membawanya pergi.

Para makhluk Moors diam dan melihat Maleficent membawanya menjauh.

Pohon-pohon yang tadinya menghalangi jalan, membukakan jalan bagi mereka.

Maleficent mengantar putri Aurora menuju rumahnya dan membaringkannya di atas ranjang.
Maleficent :Selamat malam, Jelek.

Raja Stefan tampak terduduk diam di kursi.
Raja Stefan : Kau menertawakanku. Aku tahu yang kau lakukan.Aku sangat tahu
apa yang kau lakukan.

Tak berapa lama seorang pengawal membuka pintu dan memberikan pesan pada Raja Stefan tentang keadaaan Sang Ratu.
Pengawal : Yang Mulia, Anda dipanggil oleh Ratu.
Raja Stefan : Tinggalkan aku.

Pengawal : Yang Mulia, beliau tak sehat. Para perawat takut beliau takkan bertahan malam ini.
Raja Stefen memberi isyarat pada pengawalnya untuk diam karena menganggu.
Raja Stefan : Kau tak lihat kami sedang ngobrol ?
Sang pengawal mengerti dan menutup pintu sebelum pergi.

Ternyata Raja Stefan berbicara dengan kedua sayap Maleficent yang dulu pernah Raja Stefan potong agar menjadi seorang raja.
Raja Stefan : Saat kutukannya gagal, Maleficent akan memburuku. Dan saat itu, Aku akan siap.

Maleficent ditemani putri Aurora sedang duduk dipinggir danau yang mengeras seperti es. Ada beberapa makhluk yang indah menari di atas danau es itu.

Putri Aurora : Mereka sangat indah.
Putri Aurora tersenyum lebar. Maleficent diam menatapnya.

Kali ini putri Aurora bertemu dengan makhluk yang lain di tempat lain. Salah satu dari mereka ada yang malu-malu ingin memberinya sekuntum bunga. Putri Aurora tersenyum melihatnya. Tapi ada temannya yang lain melempari mereka dengan lumpur.

Putri Aurora mengambil lumpur dan membalasanya. Putri Aurora tertawa dan bermain bersama mereka dengan saling melempar lumpur.

Maleficent dan Diaval tersenyum melihatnya.

Tapi ada lumpur yang tak sengaja mengenai wajah Maleficent. Makhluk itu terdiam dan sedikit takut.

Diaval tertawa terbahak-bahak melihatnya. Melihat hal itu, Maleficent melirik tajam ke arah Diaval dan menghadiahi Diaval lumpur di semua wajahnya yang membuat Diaval terdiam. Hahhahaaa….

Sedangkan Maleficent tersenyum, bersamaan dengan putri Aurora dan semua makhluk yang ada di sana tertawa terbahak-bahak.

BERSAMBUNG KE PART 13