Sabtu, 13 Juli 2013

SINOPSIS ALWAYS PART 2


SINOPSIS
ALWAYS
PART 2
Di kontrakan Jeong Hwa.
Jeong Hwa sedang melipat kertas…dan air  mengalir dari selang….
beberapa menit kemudian ada kain yang menghambat aliran air. Jeong Hwa kaget dan mencoba mencari lubang aloran air…tapi Jeong Hwa malah terpeleset, bajunya jadi basah.
Gerbang parkir, Cheol Min menunggu kedatangan Jeong Hwa. Cheol Min menghirup udara….lalu membuka jedela…memberi bunga sedap malam air…bahkan menghempaskan sweeternya ke luar jendela. 
Cheol Min menghirup udara lagi….lalu menutup kedua matanya. Cheol Min ternyata juga sudah memakai sepatu baru. Cheol Min mendengar suara seseorang berjalan memakai tongkat kayu. Perlahan-lahan terlihat senyuman di sudut bibir Cheol Min…sampai Jeong Hwa sudah duduk disampingnya dan kaget mencium bau sepatu baru….Cheol Min baru membuka matanya.
Jeong Hwa tersenyum lebar: Kau membeli sepatu baru, ya?
Cheol Min menekuk sepatunya agak ke belakang.
Jeong Hwa menghirup udara :Baunya seperti sepatu baru.
Cheol Min mengelak : Aku beli beberapa hari lalu.Dramanya sudah dimulai.Aku mau ke toilet dulu.
Cheol Min akan pergi..tapi hampir membuat Jeong Hwa yang duduk di kursi dekat pintu hampir terjatuh karena badan Cheol Min yang besar (mantan petinju). Untung saja Cheol Min memegang Jeong Hwa.
Cheol Min : Maaf. Maaf.
Jeong Hwa kaget : Hah?!
Cheol Min-pun bisa keluar dari sana.
Jeong Hwa masih terlihat kaget.
Cheol Min dan Jeog Hwa kembali menonton TV bersama.
Artis wanita :Aku tidak baik2 saja.Aku sangat tidak baik2 saja.
Artie pria (Tae Ho):Sekarang aku...
Jeong Hwa :Jangan pergi
Cheol Min kaget dan menoleh.
Artis pria (Tae Ho) :Kau tahu betapa aku tidak mau pergi.
Cheol Min : Apa?
Jeong Hwa : Tae Ho bilang dia harus pergi. Ajusshi, Apa sekarang dia menangis?
Cheol Min menoleh dan memandang Jeong Hwa :Ya.
Jeong Hwa sedih bahkan hampir menangis :Ketika hatinya sangat terluka,kenapa dia ngotot mau pergi?Kami bisa mendengar suara hati orang. Karena kami tidak bisa melihat, kami bisa merasa lebih jelas. Tampan, kah?
Cheol Min sambil minum susu: Mungkin dia jadi artis karena dia tampan.
Jeong Hwa : Tidak, aku bicara tentangmu, ajusshi.Dan jangan mencoba membohongiku karena aku tidak bisa melihat.
Cheol Min kaget dan menghentikan minum susu.
Cheol Min : Orang lain...bilang aku sangat maskulin.
Cheol Min meneruskan minum susu.
Jeong Hwa :Dalam kata lain, kau bukanlah laki-laki manis.
Seusai nonton TV, Jeong Hwa pulang. Cheol Min menaikkan palang gerbang. Jeong Hwa melangkah memakai otngkat sambil tersenyum. Cheol Min menengok sebentar lalu menurunkan palang. Ternyata ada sebuah mobil yang akan keluar. Cheol Min menaikkan palang pintu. 
Jeong Hwa masih jalan di pinggir jalan….mobil itu mengklakson mobilnya..Jeong Hwa kaget dan terjatuh..tepat disebelahnya ada beberapa krad minuman yang jatuh dan pecah…Jeong Hwa kaget dan mengeluh sakit.
Cheol Min juga kaget dan buru-buru lari mendekatinya.
Jeong Hwa mencari-cari tongkatnya dan hampir saja tangannya mengenai botol-botol yang pecah itu..buru-buru Cheol Min memegang tangannya.
Ceol Min : Jangan bergerak! Nanti kau terluka!
Cheol Min memapah Jeong Hwa berdiri..tapi Jeong Hwa berteriak kesakitan. Cheol Min lalu mendudukkan Jeong Hwa di kursi.
Cheol Min berlutut di depan Jeong Hwa : Kau baik-baik saja?
Jeong Hwa hanya memegang kaki kanannya sambil merintih kesakitan. Cheol Min memegang kaki kanannya dan Jeong Hwa tambah meringis kesakitan. 
Cheol Min menatapnya Jeong Hwa dan beberapa saat penjaga minuman datang.
Penjaga minuman kebingungan :Aigoo! Semuanya pecah!Apa yang harus kulakukan?Aku menjaga itu untuk seseorang.
Jeong Hwa dan Cheol Min kaget.
Jeong Hwa :Aku akan bayar semuanya. Maaf.
Cheol Min menatap Jeong Hwa.
Penjaga minuman :Aigoo...Seorang perempuan buta....Kemana kau mau pergi di tengah malam begini?
Jeong Hwa : Maafkan aku.
Penjaga minuman : Aigoo...
Cheol Min memberikan tongkatnya pada Jeong Hwa.
Cheol Min mendekati penjaga minuman :Ajusshi, sepertinya aku harus mengantarnya ke rumah sakit.Bisakah kau menggantikan pekerjaanku?
Cheol Min memberikan beberapa lembar uang pada penjaga minuman.
Penjaga minuman tersenyum lebar :Baiklah. Aku akan menjaga gerbangnya.Cepat pergilah.
Di dalam kereta api.
Jeong Hwa kaki kanannya sudah di gips. Joeng Hwa duduk disamping Cheol Min.
Jeong Hwa penasaran :Ajusshi, siapa namamu?
Cheol Min menoleh :Marecelino.
Jeong Hwa  tak percaya : Apa?
Cheol Min :Jang Marecelino?
Jeong Hwa tamah takpercaya : Ajusshi, kau orang asing?
Cheol Min : Bukan.Aku orang korea.
Jeong Hwa : Tapi namamu Jang...Jang Marecelino?
Cheol Min : Ya.
Jeong Hwa tersenyum :Jang Marecelino?
Cheol Min :Ya.
Di tengah jalan, Jeong Hwa merasa capek.
Jeong Hwa : Sebentar.Ayo istirahat dulu.
Cheol Min memandang kaki Joeng Hwa yang di gips.
Cheol Min menawarkan diri :Kau mau ku gendong?
Jeong Hwa : Kau akan menyesalinya.
Cheol Min :Tak apa. Ayolah.
Cheol Min berjongkok di depannya.
Jeong Hwa : Kau akan benar-benar menyesal.Jika kau melakukan sesuatu yang aneh,
kau tahu?
Jeong Hwa memperlihatkan alat alarm…Cheol Min menoleh dan menatapnya. Jeong Hwa meraba-raba keberadaan Cheol Min. Awalnya menyentuh-nyentuh kepala… Cheol Min  hanya diam…Jeong Hwa lalu menyentuh kedua bahu dan memeluk Cheol Min dari belakang. Cheol Min terdiam dan mulai berdiri dan berjalan. Cheol Min beberapa kali membenarkan posisi Joeng Hwa jika mulai merosot ke bawah.
Cheol Min berhenti dengan nafas terengah-engah :Hei...Kita ada di pertigaan.Ada salon di sebelah kanan
Jeong Hwa :Ah... salon.Ke kanan, kita terus saja naik dan akan segera sampai.
Cheol Min menoleh ke kanan dan ada tangga naik yang sangat panjang. Hahahha…pasti capek tuch! Apalagi sambil menggendong Jeong Hwa.
Jeong Hwa tertawa geli : Sudah kubilang, kau akan menyesal kan?
Cheol Min membenarkan posisi Jeong Hwa dan mulai menaiki tangga dengan nafas terengah-engah.
Cheol Min berhenti sebentar.
Jeong Hwa :Apa kau lelah?
Cheol Min nafas terengah-engah, mengelak :Aku baik2 saja. Aku baik2 saja.
Jeong Hwa : Lalu kenapa aku tergelincir turun?
Cheol Min membenarkan posisi Joeng Hwa yang hampir merosot.
Jeong Hwa tertawa geli.
Jeong Hwa mengingatkan,sambil menunjuk ke atas :Dan juga, ada anak kecil disana?
kau harus sedikit berhati-hati.
Jeong Hwa tertawa geli. 
Cheol Min perlahan-lahan berjalan naik…
Dan benar saja! Di sebelah kanan jalan ada anak kecil yang duduk sambil memegang sumpit. Naka itu lalu menusuk diantara pantat Cheol Min. Tentu saja Cheol Min berteriak kesakitan, sedangkan Jeong Hwa tak bisa menahan tawanya dan tertawa geli.
Anak itu tersenyum.
Cheol Min menoleh dan menatap anak itu:Apa yang kau lakukan?
Anak itu kembali menusuk-nusuk :Ajusshi!
Cheol Min berteriak sambil berjalan naik ke atas :Apa yang kau lakukan?
Anak itu masih menusuk :Ajusshi, kancho!
Jeong Hwa tertawa geli :Ajusshi, lari! Lari!
Cheol Min :Kau mau kita lari?
Cheol Min menggendong Jeong Hwa sampai di depan kontrakan Jeong Hwa.
Setelah sampai di depan kontrakannya, Jeong Hwa langsung turun dan tersenyum..sedangkan Cheol Min duduk lemas di tangga sambil mengatur nafasnya yang hampir habis.
Jeong Hwa menyindir :Sangat melelahkan ya?Bagaimana bisa pria besar tidak punya tenaga?
Cheol  Min terengah-engah dan memandangnya :Bukan seperti itu.Aku mau ambil nafas dulu.Tangganya sangat panjang..
Jeong Hwa tertawa geli dan ingat :Ah, Maafkan aku...Tapi jika aku ada waktu...Bisakah aku meminta sesuatu?
Cheol Min dengan nafas terengah-engah, kaget setengah berdiri dan menatapnya.
Cheol Min :Apa?
Cheol Min :Tunggu...biarkan aku bernafas dulu.
Cheol Min langsung merosot dan duduk di tangga karena kecapean.
Beberapa menit kemudian, Cheol Min mencari-cari lubang yang tersumbat itu. Ternyata di dalamnya ada 2 kain, yang kesemuanya diambil oleh Cheol MIn. 
Setelah itu, aliran air kembali lancar. Mendengar suara air yang sudah lancar, Jeong Hwa tersenyum lebar.
Jeong Hwa tersenyum lebar :Itu tersumbat kan?
Cheol Min membuka salah satu kain itu yang ternyata celana dalam.
Cheol Min :Kelihatannya celana dalam.
Jeong Hwa kaget :Apa itu dengan gambar tupai...
Heol Min :Tupai?
Jeong Hwa malu dan mengulurkan tangannya dan buru-buru mengambilnya.
Jeong Hwa malu  :Tolong berikan padaku.Itu hadiah, jadi disana toh.Aku bahkan tidak tahu, dan mencarinya beberapa hari ini.
Cheol Min meminta handuk yang dibawa Jeong Hwa.
Cheol Min : Handuknya...
Jeong Hwa memberiak handuk..lalu Cheol Min mengelap tangannya dengan handuk itu. Heol Min akan pergi tapi ditahan Jeong Hwa yang berdiri di pintu.
Jeong Hwa :Eh...Ajusshi, musik apa yang kau suka dengarkan?
Cheol Min menatapnya:Yang ada di radio...itu yang suka ku dengarkan.
Jeong hwa memberikan 2 tiket konser : Ini adalah hadiah.Hari ini, kau merawat dan menolongku. Pergilah dengan teman, itu adalah tiket konser.
Cheol Min menolak :Berikan ke orang lain saja.Aku tidak terlalu menyukai musik.Lagipula, tidak ada yang bisa kuajak pergi
Jeong Hwa takpercaya : Cckk..Cckk…Bagaimana bisa kau tidak punya teman?Kau mau pergi bersama?
Cheol Min menatapnya.
Cheol Min pulang dengan berlari pelan menurunin tangga, tersungging senyum di sudut bibir Cheol Min. Walaupun hampir terjatuh karena kedua kakinya kesemutan, tapi Cheol Min tersenyum bahagia.
Demikian pula, Jeong Hwa berbaring di sofa dengan tersenyum bahagia.
Keesokan harinya, Jeong Hwa pergi ke salon.
Jeong Hwa duduk di depan cermin…mau merubah gaya rambutnya. Ada seorang karyawan yang menyemprotkan pelembut rambut agar rambut basah dan mudah dimodel. Beberapa saat kemudian pemilik salon muncul.
Pemilik salon :Wow. Eonni, rambutmu tumbuh dengan cepat.Gaya rambut apa yang kau mau? Eonni, Ayo kita lakukan seperti ini.Bagaimana kalau yang sedang nge-trend.Meluruskan rambutmu, atau keriting. Bagaimana?Wajahmu berbentu oval dan dagumu sangat bagus.Aku yakin akan sangat cocok denganmu.
Jeong Hwa tertawa :Benarkah?
Pemilik salon: ya!
Jeong Hwa : Lalu...Gaya rambut Choe Gang Hui (artis korea)

Pemilik salon menyarankan :Jangan begitu!Dijaman sekarang kau masih mau gaya seperti itu?
Jeong Hwa kaget :Kalau begitu, lakukan yang cocok bagiku.
Pemilik salon menebak :Kau akan pergi kencan kan?
Jeong Hwa tersipu malu:Tidak...
Pemilik salon:Aku mengerti, mengertiKalau begitu, aku akan mulai mengkriting.
Jeong Hwa terseipu malu.
Di kontrakan Jeong Hwa.
Rambutnya sudah dikriting..cantik banget! Jeong Hwa mulai berdandan memakai blas on di kedua pipinya. Lalu mencari lipstik yang cocok untuknya.
Jeong Hwa :Pink.Pink.
Jeong Hwa awalnya ragu tapi tersenyum dan memoles lipstik pink di bibirnya.
Jeong Hwa mencari baju yang cocok di lemari.
Jeoang Hwa :Ini.
Jeong Hwa memakai rok mini berawarna putih dengan bunga-bunga…lalu memakai parfum.cantik sekali. 
Jeong Hwa tersenyum geli dan memandang dirinya lewat cermin….tetapi hanya terlihat bayangan buram di matanya. Senyum Jeong Hwa-pun menghilang.
Cheol Min menunggu di depan kontrakannya dengan memakai hem kotak-kotak coklat. Mendengar pintu dibuka..Cheol Min balik badan dan kaget melihat gaya rambut keriting Jeong Hwa. Cuma sayang…Joeng Hwa mengganti bajunya dengan baju biasa plus memakai sweeter orange.
Jeong Hwa : Kau tidak menunggu lama kan?
Cheol Min tersenyum.
Jeong Hwa tersipu malu.
BERSAMBUNG KE PART 3



Tidak ada komentar:

Posting Komentar